Main Article Content

Abstract

Penelitian ini membahas pandangan Stoikisme dalam novel "Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang" karya Wisnu Suryaning Adji. Fokus utama dalam penelitian ini adalah pada bagaimana etika stoik tercermin melalui penggambaran kehidupan tokoh utama menjalani berbagai kesulitan dan penderitaan dengan ketenangan dan penerimaan, sesuai dengan prinsip-prinsip etika Stoik. Melalui metode analisis deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana tokoh utama menerima nasibnya, menghadapi penderitaan, dan mencari makna hidup melalui kebajikan dalam kondisi yang sering kali berat dan menantang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan etika stoik tercermin dalam sikap, prilaku, dan tindakan tokoh utama dalam novel. Adapun prilaku tokoh utama meliputi: 1. Ketenangan dalam menghadapi penderitaan, 2. Penerimaan takdir, 3. Pencarian makna hidup melalui kebajikan. Ketenangan dalam menghadapi penderitaan dan penerimaan takdir terlihat sebagai aspek kunci dalam perilaku tokoh utama, yang secara aktif menerima kenyataan hidup yang pahit dengan sikap yang bijaksana dan tenang. Kebajikan yang dilakukan tokoh utama, semua mencerminkan nilai-nilai Stoik yang mendalam. Penelitian ini menggarisbawahi bahwa sastra tidak hanya sebagai cerminan pengalaman manusia tetapi juga sebagai medium untuk eksplorasi filosofis yang mendalam, memperlihatkan bagaimana nilai-nilai Stoik dapat diaplikasikan.

Keywords

semiotika Umberto Eco Silariang Cinta Yang (Tak) Direstui Budaya Siri

Article Details