Main Article Content
Abstract
Folktale as part of oral literature is a form of local wisdom of a community group. However, in the folktale of Telayap Village, Pelalawan, Riau, there are main characters who have negative characters, namely they like to lie. This is what makes this research interesting to discuss by applying Lacan's psychoanalytic theory. This research is a qualitative descriptive study combining observation techniques and in-depth interviews as well as literature at the same time. Observation and in-depth interview techniques were used to obtain data on folkltale in Telayap Village and library techniques were used to analyze folktale using psychoanalytic theory. The results of the research show that most of the main characters in Telayap Village folktale are mythomaniacs and xenophobia caused by imaginary subjects who have lost integrity in the family environment.
Cerita rakyat sebagai bagian dari sastra lisan merupakan bentuk kearifan lokal sebuah kelompok masyarakat. Akan tetapi, pada cerita rakyat Desa Telayap, Pelalawan, Riau terdapat tokoh-tokoh utama yang memiliki karakter negatif yakni gemar berbohong. Hal inilah yang membuat penelitian ini menarik untuk dibahas dengan menerapkan teori psikoanalisis Lacan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan memadukan teknik observasi dan wawancara mendalam serta kepustakaan sekaligus. Teknik observasi dan wawancara mendalam digunakan untuk mendapatkan data cerita rakyat di Desa Telayap dan teknik kepustakaan digunakan untuk menganalisis cerita rakyat dengan teori psikoanalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tokoh utama dalam cerita rakyat Desa Telayap merupakan mythomania dan xenophobia disebabkan oleh subjek imajiner yang kehilangan keutuhan pada lingkungan keluarga.
