Main Article Content
Abstract
Masyarakat Muna menggunakan taa-taangke sebagai nyanyian pengantar tidur anak-anak. Maka kajian in menganalisi interpretan awal, kode-kode budaya, serta fungsi taa-taangke. Sumber data penelitian adalah taa-taangke yang diperoleh dari sumber buku yang ditulis Tim Peneliti dan Pengembangan Bahasa Muna Tahun 1991. Pengumpulan data dengan teknik hermeneutika secara terbuka, lentur, dan bebas menurut konteks unit budaya dalam karya taa-taangke. Analisis data menggunakan semiotik Umberto Eco yang mengejawantahkan pada analisis sistem kode dan tanda budaya. Hasil peneltian sebagai berikut. Pertama, interpretan awal taa-taangke mengarah pada distorsi gempuran zaman yaitu masuknya nyanyian populer yang sejenis dengan taa-taangke. Kedua, kode-kode budaya taa-taangke yang meliputi: kode kabhela (lara); kode adhati (moral); dan kode anonim. Ketiga, fungsi taa-taangke berupa fungsi masa lampau sebagai sarana pengungkapan ide/gagasan masyarakat; pendidikan karakter yang bernilai kejujuran; alat legitimasi magis; dan media hiburan. Selain itu, ada fungsi masa kini sebagai pemertahanan bahasa dan budaya Muna.
